PASANGKAYU — Kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat kembali diwujudkan melalui keterlibatan langsung Babinsa Koramil 1427-01/Pasangkayu dalam kegiatan gotong royong pembangunan jembatan terapung di Kelurahan Pasangkayu. Pada Minggu, 25 Januari 2026 pukul 08.40 WITA, di Jalan Gatot Subroto, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat tampak menyatu dalam upaya memulihkan akses vital warga yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Babinsa Koramil 1427-01/Pasangkayu, Sertu Fahril, hadir dan terjun langsung bersama warga, pengurus jembatan, serta para santri Pondok Syaikh Zainuddin NW Pasangkayu dalam pembangunan kembali jembatan terapung yang rusak akibat terjangan banjir pada 11 Januari 2026.
Jembatan tersebut menjadi urat nadi penghubung menuju area perkebunan warga di Salopatagang, yang selama ini digunakan untuk mengangkut hasil panen sawit dan kakao ke kampung.
Dalam keterangannya di sela kegiatan, Sertu Fahril menegaskan bahwa kehadiran Babinsa bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga penggerak kebersamaan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki lahan perkebunan di Salopatagang agar meluangkan waktu untuk bersama-sama bergotong royong membangun kembali jembatan ini. Jembatan terapung ini sangat penting untuk memperlancar akses masyarakat dalam membawa hasil panen mereka, ” ujar Sertu Fahril.
Ia juga menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun memiliki panjang 18 meter dan lebar 2 meter, dikerjakan secara swadaya dengan dana yang dihimpun langsung dari para pemilik kebun, sebagai wujud kemandirian dan solidaritas warga.
Total dana swadaya yang berhasil dikumpulkan masyarakat mencapai Rp 9.634.000, sementara kebutuhan keseluruhan pembangunan jembatan terapung sebesar Rp 10.200.000. Kekurangan tersebut disepakati untuk ditutupi secara bersama-sama, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Pasangkayu.
Apresiasi datang dari Syamsudin selaku pengurus jembatan terapung yang mewakili warga pemilik kebun. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas keterlibatan langsung Babinsa di tengah masyarakat.
“Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pak Babinsa yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir bersama kami. Kehadiran beliau menjadi motivasi besar bagi masyarakat untuk ikut turun tangan dan bekerja bersama membangun kembali jembatan ini, ” ungkap Syamsudin.
Hingga pukul 12.08 WITA, kegiatan gotong royong masih terus berlangsung dengan penuh semangat. Kolaborasi antara TNI, masyarakat, dan unsur pendidikan keagamaan ini menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus bukti bahwa kepemimpinan di lapangan mampu menggerakkan partisipasi dan kepedulian bersama demi kepentingan umum.

Updates.